misteri

Si misteri baru itu ingin sekali aku sentuh

Diam-diam aku suka meliriknya

Dan mengharapkan tanggapan

Seperti yang pernah diceritakan temanku

Katanya dia suka padaku

 

Padahal aku pernah bilang

Misteri itu kadang hilang sendiri

Dia tidak bertuan

Dan tak bernyonya

Sehingga kadang ia suka lari

Dari dan kemana ia mau

 

Misteri itu cukup lucu

Dengan senyum manis dan pemikiran yang diusahakan terdengar dewasa

Tapi ia suka malu-malu

Dan berharap masa kecilnya berlangsung seumur hidup

Ia selalu menjadi anak kecil bagiku

Walaupun rasanya ingin aku menciumnya

Hanya untuk merasakan pejantan yang bersarang

Di dalamnya

Dan menguak seribu misteri lain yang berada di sana

 

Si misteri itu mungkin akan tetap menjadi misteri

Saat nanti aku hilang dan ia ada dan begitu pun sebaliknya,

Saat aku ada dan ia hilang

 

 

                            

..si kecil mimi..

lalu aku menari
dan melangkah
sampai pagi
bersama langit
matahari
dan
bintang

ternyata dia disana
menanti lagu
bersenandung perih
dan kelam meradang
terbungkus leluka renta
memanggil manggil terbekap hampa

memang lucu jadinya
kalau rahasia membuncah
jadi rapi-rapi saja

agak muak sebenarnya
bila keparat menganggu
jadi diam-diam saja

"mari berkelana bersama pelangi,"

lalu kita bisa berjanji,

mati

pintu doraemon

Pintu kemana saja akan membawaku

Menjajaki sudut-sudut baru dunia

Menatap langit warna-warni dari berbagai jendela

Menyeberangi jembatan-jembatan panjang ke

sana

 

Satu membuka dan lain menutup

Menyapa sambil lalu

Dan bersiul penuh arti

 

Kemenangan memang ada di depan mata

Seperti hendak menyambar aroma muslihat si kembar

Sampai-sampai sendiri terjengkang diam

 

Pintu jangan sembarang dibuka

Tangan kecil menggapai-gapai hendak mencoba

Hanya kerlingan sang Donna yang membahana

Menyapu semua debu berjumputan

 

Aku lihat di situ

Ia menari-nari penuh arti

Padahal diam-diam ingin mati

 

Aku dengar disana

Kemarin ia bersungut-sungut minta roti

Padahal sesumbar daging diulur-ulur

 

“Aku hanya mengoceh tak karuan jadinya,” katanya

“Siapa?”, lanjutku

“Raksasa hijau pupus berjenggot merah itu pelit,”

 

Dia lalu berjingkat pergi

Satu-satu jejaknya tertiup angin

Saat kutanya hendak kemana dia hanya mengangkat satu tangan

“Bicara sama tangan,” ujarnya

Nah lho? Agnes Monica?

“Hahahahaha, “ tertawanya keras sekali

“Tanganku yang akan menjawab, maksudku,” lanjutnya

 

Pelan-pelan tangan itu berbicara,

“Ke mana saja ada pintu terbuka, sayang. Kesana lah aku akan pergi,”

“Dimana saja ada jendela untuk kutatap dan jembatan untuk kuseberangi.”

 

Lalu tubuhnya perlahan mengecil dan mengecil dan mengecil lalu hilang

 

“Harapan, kesempatan, dan jalan, kesanalah ia berjalan,” bisik Sang Raksasa Hijau Pupus berjanggut Merah yang pelit.

bangunlah..

Bangunlah, sayang..

Mentari cukup lama sudah menunggu

Mengitarimu sedari tadi tak henti

Buddy Holly pun sudah kusut

 

Bangunlah, sayang..

Embun sudah meleleh

Menatapmu lekat-lekat sampai buta

 

Bangunlah, sayang..

Bidadari kecil kerap bernyanyi

Meniupkan lembayung nada beriringan

 

Hatiku teriris mati, sayang…

Saat bulan di malammu hilang

Surya di siangmu jatuh menimpa bumimu

Bintang di langitmu runtuh tak keruan

 

Dadaku terserak durja, sayang…

Saat pelangimu hancur terbelah seribu

Hujanmu tak kunjung tertarik bumi

 

Linger berdentang dan aku merenggas,

Senja semaput dan aku terpana

Hilang dalam kekosongan

Tersungkur dalam kehampaan

Patah dalam sesak

Terjerembab dalam selimut kesedihan

 

Saat malaikat menjemputmu,

Mengayuh pedal tak terjerat roda

 

Biarkan nadamu terus mengalun

Berayun

 

Tersenyum

 

Walaupun para bodoh menghempasmu

 

Aku akan menangkapmu

Dalam kemelut perih duniamu

 

Aku janji..

 

 

 

 

bau

lama-lama aku buang juga nih..
udah berat, makin lama makin busuk
bikin tiap malam aku susah tidur.

ngapain juga kasi hadiah buntelan kentut
tiap saat semakin besar dan bisa-bisa meledak
bau deh..

iiihhhhhhhhh.....

mending aku buang aja kali ya..
tapi nanti dibilang tidak menghargai pemberian orang

lagian, kasih kok buntelan kentut..
ga sopan!

Kupu Chandra

Kupu-kupu itu koyak

Hancur terbelah

dan tak mampu mengepakkan sayap indahnya lagi

Tersungkur dengan menyedihkan,

Ia membayangi jiwa dengan kenangan yang terindah

Satu masa saat dunia begitu warna warni

Dan kupu-kupu merasa merajainya

Bersama sekawanan lain ia tak henti terbang berputar

Mengecup bunga-bunga

Melambangkan kasihnya pada sesama

Melambai pada malam

Melambangkan perhargaannya pada waktu

Merunduk pada pohon

Melambangkan keseganannya pada alam

Mengedip pada capung

Melambangkan cinta

Cinta yang baginya meronakan langit saat senja

Melantunkan melodi saat gerimis turun

Melirihkan angin berhembus

Mewangikan rumput-rumput saat terik menerjang

Saat bahana dewa dewi menyapa,

Kupu-kupu terus terbang berputar

Menangkup asa yang terbiar-biar

Dalam cintanya

Dalam hidupnya

Dalamcinta hidupnya

Laksana petualang

Mondar mandir menumpuk jerat

Lari tunggang langgang

Dikejar musuh

Sembunyi sembunyi menghisap racun

Terbang turun naik tak tentu arah

Hingga bosan dan merana

Tertutup mata atas petir dashyat

Kupu tersungkur penuh siksa

Berlinang air mata

Mundur dari dunia warna-warni

Dan cintanya

Yang pupus tertelan rembesan got berbau kotoran

Kupu cantik

malang

masih tetap cantik

Walau

malang

Ia pergi sedikit-sedikit

Menyisakan sedih sedikit-sedikit

Haru sedikit-sedikit

*teruntuk seorang teman yg baru melangkah pergi setengah jam yg lalu*

Hero

Mungkin aku butuh seorang pahlawan

Untuk menyelamatkanku dari lubang besar menganga yang siap menelan..

Yup, dia harus kuat, cepat dan tidak sombong.

Aku butuh dia segera, karena mungkin sedikit terlambat bisa fatal

Sangat fatal..

Satu persatu nafasku menyusut, diikuti detakan yang makin lemah

Tulang-tulangku semakin tipis dan kulitku perlahan mengelupas tak henti

Aku butuh pahlawan yang bisa meniupkan kembali nafas

Dan memompa jantung

Melapisi kembali tulang-tulangku dan membalut kulitku

Dan aku harap ia datang sebelum malam tiba

Sebelum lubang menganga ini benar-benar menghisapku

Atau aku sendiri yang terjun ke dalamnya

Jangan lama-lama,

Tidak perlu pahlawan ganteng setengah mati

Atau harum semerbak

Atau tercukur bersih..

Itu sih pahlawan kesiangan..

Capek deh..

Keburu mati aku..

Jadi,

Segera ya..aku tunggu..

Eh, tapi jangan lupa..

Kau harus bisa terbang,

Karena setelah aku meninggalkan semua dera ini, kayaknya aku layak mendapatkan satu penerbangan bersama sang pahlawan..

Dan memulai hidup baru yang penuh kemenangan..

Hurry, time is ticking

Mimpi Busuk

Mimpi itu lagi

Bangun begitu lagi

Kerja seperti itu lagi

Termenung di situ lagi

Dia hanya lewat dan tersenyum

Lalu menghampiri dan menyapa

Perlahan berbicara dan tertawa

Lalu berjalan

Bergandengan

Selesai..

Berhenti begitu saja

Dia perlahan hilang

Tak terjangkau

Dari dulu

Hanya datang dalam mimpi

Hanya tersenyum dalam mimpi

Hanya menyapa dalam mimpi

Hanya tertawa dalam mimpi

Hanya berjalan bergandengan dalam mimpi

Padahal dia nyata

Di

sana

Tersenyum menyapa tertawa berjalan bergandengan dengan dia

Yang juga nyata

Hanya bagiku dia hanya bayangan indah yang selalu ada

Untuk membuat aku percaya

Bahwa penyesalan selalu datang terlambat

Dia sudah pergi

stranger

Let me be just a stranger

Who falls deeply in love with you

Can’t even look you straight in the eye

Can’t even stop dreaming of you

And close my eyes and, lover, you’re there..

Mr. Right

Tok..tok..tok..

Halo, siapa ya? Oo..okay, silahkan masuk Mau minum apa?

Hmm..begitu ya?

Apakah Anda Mr. Right?

Maaf, saya menunggu Mr. Right. Silahkan, Anda tahu dimana pintu keluar.

Tok..tok..tok..

Hai selamat siang. Mari masuk, saya sudah siapkan makan siang.

Bagaimana? Apa Anda suka masakan Cina? Oh, sayang sekali.

Apa Anda Mr. Right?

Bukan? Wah, maaf kalau begitu, saya sedang menunggunya.

Tok..tok..tok…

Selamat sore, silahkan masuk.

Apakah Anda Mr. Right?

Bukan?

Ya sudahlah, paling tidak minum kopi dulu.

Ya, terimakasih sudah mampir. Saya masih menunggu Mr. Right.

Tok..tok..tok

Hai, Anda tepat waktu untuk makan malam.

Silahkan. Jangan malu-malu begitu.

Nah, ini dia, Mr. Right.

Hah? Bukan Mr. Right? Tapi Anda kenal dia tidak?

Ya, sudahlah. Mau hidangan penutup sebelum pulang?

Tok..tok..tok..

Akhirnya, Anda tepat waktu untuk menikmati anggur.

Oh, maaf. Anda tidak minum?

Jadi, Anda juga bukan Mr. Right?

Baiklah, sampai jumpa.

Tok..tok..tok..

Halo, selamat malam.

Semua makanan dan minuman sudah habis.

Saya habiskan untuk Mr. Right tapi ia tak pernah muncul.

Maafkan saya. Saya tidak punya apa-apa lagi untuk menjamu Anda.

Bahkan bila Mr. Right sesungguhnya datang, saya tidak tahu harus bagaimana.

Mr. Right: “Maafkan saya terlambat datang karena saya salah menghampiri rumah-rumah lain untuk mencari Mrs. Right. Bunga-bunga dan cokelat pun sudah habis. Kita bisa duduk dan mengobrol. Saya tidak butuh apa-apa selain kamu.”