Mr. Right
Tok..tok..tok..
Halo, siapa ya? Oo..okay, silahkan masuk Mau minum apa?
Hmm..begitu ya?
Apakah Anda Mr. Right?
Maaf, saya menunggu Mr. Right. Silahkan, Anda tahu dimana pintu keluar.
Tok..tok..tok..
Hai selamat siang. Mari masuk, saya sudah siapkan makan siang.
Bagaimana? Apa Anda suka masakan Cina? Oh, sayang sekali.
Apa Anda Mr. Right?
Bukan? Wah, maaf kalau begitu, saya sedang menunggunya.
Tok..tok..tok…
Selamat sore, silahkan masuk.
Apakah Anda Mr. Right?
Bukan?
Ya sudahlah, paling tidak minum kopi dulu.
Ya, terimakasih sudah mampir. Saya masih menunggu Mr. Right.
Tok..tok..tok
Hai, Anda tepat waktu untuk makan malam.
Silahkan. Jangan malu-malu begitu.
Nah, ini dia, Mr. Right.
Hah? Bukan Mr. Right? Tapi Anda kenal dia tidak?
Ya, sudahlah. Mau hidangan penutup sebelum pulang?
Tok..tok..tok..
Akhirnya, Anda tepat waktu untuk menikmati anggur.
Oh, maaf. Anda tidak minum?
Jadi, Anda juga bukan Mr. Right?
Baiklah, sampai jumpa.
Tok..tok..tok..
Halo, selamat malam.
Semua makanan dan minuman sudah habis.
Saya habiskan untuk Mr. Right tapi ia tak pernah muncul.
Maafkan saya. Saya tidak punya apa-apa lagi untuk menjamu Anda.
Bahkan bila Mr. Right sesungguhnya datang, saya tidak tahu harus bagaimana.
Mr. Right: “Maafkan saya terlambat datang karena saya salah menghampiri rumah-rumah lain untuk mencari Mrs. Right. Bunga-bunga dan cokelat pun sudah habis. Kita bisa duduk dan mengobrol. Saya tidak butuh apa-apa selain kamu.”
November 19th, 2007 at 6:41 am
Aaaahhh…. Nandinne.. Aku jadi menangis, meratapi nasib.. ya nasib…
November 19th, 2007 at 8:28 am
nice poem dear..
tertuju ke siapa neh? ;p
November 19th, 2007 at 8:29 am
nice one dear..
tertuju ke siapa neh? ;p