Kupu Chandra
Kupu-kupu itu koyak
Hancur terbelah
dan tak mampu mengepakkan sayap indahnya lagi
Tersungkur dengan menyedihkan,
Ia membayangi jiwa dengan kenangan yang terindah
Satu masa saat dunia begitu warna warni
Dan kupu-kupu merasa merajainya
Bersama sekawanan lain ia tak henti terbang berputar
Mengecup bunga-bunga
Melambangkan kasihnya pada sesama
Melambai pada malam
Melambangkan perhargaannya pada waktu
Merunduk pada pohon
Melambangkan keseganannya pada alam
Mengedip pada capung
Melambangkan cinta
Cinta yang baginya meronakan langit saat senja
Melantunkan melodi saat gerimis turun
Melirihkan angin berhembus
Mewangikan rumput-rumput saat terik menerjang
Saat bahana dewa dewi menyapa,
Kupu-kupu terus terbang berputar
Menangkup asa yang terbiar-biar
Dalam cintanya
Dalam hidupnya
Dalamcinta hidupnya
Laksana petualang
Mondar mandir menumpuk jerat
Lari tunggang langgang
Dikejar musuh
Sembunyi sembunyi menghisap racun
Terbang turun naik tak tentu arah
Hingga bosan dan merana
Tertutup mata atas petir dashyat
Kupu tersungkur penuh siksa
Berlinang air mata
Mundur dari dunia warna-warni
Dan cintanya
Yang pupus tertelan rembesan got berbau kotoran
Kupu cantik
malang masih tetap cantik
Walau
malang
Ia pergi sedikit-sedikit
Menyisakan sedih sedikit-sedikit
Haru sedikit-sedikit
*teruntuk seorang teman yg baru melangkah pergi setengah jam yg lalu*
January 23rd, 2007 at 10:10 am
it’s a sad story…and it is in the real life..