Kupu Chandra

Kupu-kupu itu koyak

Hancur terbelah

dan tak mampu mengepakkan sayap indahnya lagi

Tersungkur dengan menyedihkan,

Ia membayangi jiwa dengan kenangan yang terindah

Satu masa saat dunia begitu warna warni

Dan kupu-kupu merasa merajainya

Bersama sekawanan lain ia tak henti terbang berputar

Mengecup bunga-bunga

Melambangkan kasihnya pada sesama

Melambai pada malam

Melambangkan perhargaannya pada waktu

Merunduk pada pohon

Melambangkan keseganannya pada alam

Mengedip pada capung

Melambangkan cinta

Cinta yang baginya meronakan langit saat senja

Melantunkan melodi saat gerimis turun

Melirihkan angin berhembus

Mewangikan rumput-rumput saat terik menerjang

Saat bahana dewa dewi menyapa,

Kupu-kupu terus terbang berputar

Menangkup asa yang terbiar-biar

Dalam cintanya

Dalam hidupnya

Dalamcinta hidupnya

Laksana petualang

Mondar mandir menumpuk jerat

Lari tunggang langgang

Dikejar musuh

Sembunyi sembunyi menghisap racun

Terbang turun naik tak tentu arah

Hingga bosan dan merana

Tertutup mata atas petir dashyat

Kupu tersungkur penuh siksa

Berlinang air mata

Mundur dari dunia warna-warni

Dan cintanya

Yang pupus tertelan rembesan got berbau kotoran

Kupu cantik

malang

masih tetap cantik

Walau

malang

Ia pergi sedikit-sedikit

Menyisakan sedih sedikit-sedikit

Haru sedikit-sedikit

*teruntuk seorang teman yg baru melangkah pergi setengah jam yg lalu*

One Response to “Kupu Chandra”

  1. 'k a N i a' Says:

    it’s a sad story…and it is in the real life..

Leave a Reply